Tangis keluarga Ardiansyah, 30, pecah saat ambulans yang membawa jenazah pramugara KA Turangga melintas menuju RSUD Cicalengka. Sudah 4 jam lebih keluarga menunggu dengan gelisah menanti nasib Ardiansyah yang akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim SAR pada pukul 13.30 WIB. Andrian menjadi salah satu korban yang meninggal dunia dalam peristiwa tabrakan kereta api antara KA Turangga dengan KA Lokal Bandung Raya di jalur petak Stasiun Cicalengka-Haurpugur, Jumat (5/1/2024).
Kakak ipar korban, Robby Dzulfaqor Noor mengaku tak menyangka sang adik harus menjadi korban dalam kecelakaan nahas tersebut. Padahal dua pekan lalu, Ardiansyah baru dianugerahi putra keduanya. "Baru juga dua minggu lalu istri almarhum melahirkan," kata dia sambil menahan air matanya.
Sesaat setelah mendapat kabar tersebut, dia tak percaya dan berusaha untuk menghubungi sang adik lewat sambungan telepon, tetapi tidak mendapat respons.
Robby yang kian khawatir langsung mendatangi RSUD terdekat dengan kejadian. Namun, sesampainya di sana, Robby pun tidak menemukan jenazah Ardiansyah. "Pas ditelepon masih aktif, tetapi enggak diangkat. Saya sempat ke RSUD untuk memastikan tetapi belum ada jenazah yang bernama Ardiansyah makanya saya langsung meluncur ke lokasi," ucap Robby.
Robby mengatakan, saat ini Andrian meninggalkan seorang istri dan juga dua orang anak. "Almarhum meninggalkan dua orang anak. Yang pertama itu baru masuk SD, yang kedua baru berusia dua minggu," ungkapnya.
Lebih Romantis
Robby mengaku tidak memiliki firasat apapun terhadap almarhum. Hanya saja, belakangan ini almarhum lebih romantis kepada ibu dan istrinya. "Engga sih, enggak ada yang aneh cuman pas kata mamah, almarhum ke istrinya tuh ada yang beda. Dia depan ibunya tidur-tiduran di istrinya, lebih romantis, biasanya dia nggak seperti itu," katanya. Robby mengenal Ardiansyah sebagai sosok yang santun.
Selain itu, almarhum juga selalu memberi perhatian kepada orang-orang di sekitarnya. "Dia baik, karena dia anak laki-laki ke orang tua itu sangat perhatian, ke mertua juga perhatian, bahkan ke kakak-kakaknya pun sama. Beliau sangat santun sekali," ungkapnya.
Robby bercerita, sebenarnya adiknya tersebut sempat berhenti bekerja di PT KAI. Namun, tak berselang lama, almarhum justru ingin kembali bekerja di kereta api. "Beliau tuh kerja di sini tuh sempet keluar, baru sekitar 2 bulan dia kerja lagi di sini. Sebelum dia kerja lagi disini, dia kerja di BSI. Meskipun dia kerja di BSI, dia tuh tetep pengen kerja lagi di kereta," terangnya.
Namun, ia menyebutkan kecintaan Ardiansyah terhadap kereta api sangat besar sehingga ia melepas pekerjaan sebelumnya, dan kembali mengabdi untuk insan perkeretaapian. Robby pun berdoa, semoga sang adik tercinta mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
"Mohon doanya saja lah, kalau beliau ada salah mohon dimaafkan, tetapi insyaallah dia meninggal di hari Jumat, dia meninggal sedang mencari nafkah buat keluarga, insyaallah surga buat mereka yang meninggal sedang mencari nafkah buat keluarga," tandasnya.
